situs web : http://www.vikingpersib.net
tentang :
Deklarasi ini didasarkan pada ide untuk memberikan totalitas dalam memberikan dukungan terhadap Persib oleh para bobotoh (pendukung) yang biasa menonton di Tribun Selatan Stadion Siliwangi, Bandung.
Nama resminya adalah Viking Persib Club, dengan pelopor antara lain Heru Joko dan Ayi Beutik, yang kemudian menjadi ketua dan panglima Viking.
Penakluk
Nama Viking memang diambil dari nama suku bangsa terkenal di wilayah Skandinavia. Dalam sejarah digambarkan bahwa bangsa Viking memiliki sifat yang berani, gigih, keras, patriotis, pantang menyerah, berjiwa penakluk, dan senang menjelajah. Para pendiri mengambil karakter dan semangat tersebut sehingga diambillah nama Viking.
Dengan slogan “Persib Sang Penakluk”, para anggota Viking mulai memperlihatkan eksistensinya dalam mendukung Persib pada Liga Indonesia I 1994-1995. Slogan itu dipakai dalam atribut mereka. Pada masa itu kelompok ini belum memperlihatkan diri sebagai sebuah kelompok yang profesional.
Waktu itu, mereka bahkan belum punya homebase. Mereka hanya bisa bertemu, berkumpul, dan membicarakan masa depan kelompok mereka di halaman Sekretariat Persib, Jalan Gurame, Bandung. Setelah itu, barulah dibuka pendaftaran anggota.
Perusahaan Besar
Pada 1999, keanggotaan Viking sudah mencapai ribuan. Begitu banyaknya anggota Viking, tribun selatan dirasakan sudah tak bisa lagi menampung para anggotanya yang menyaksikan secara rutin laga Persib di Stadion Siliwangi. Oleh karena itu, mereka memilih Tribun Timur menjadi tempat menonton yang baru.
Pada periode ini Viking makin tumbuh besar dan menjelma menjadi organisasi yang sebenarnya. Mereka terus mengoptimalkan potensi organisasi guna memberikan manfaat baik bagi Persib maupun bagi Viking sendiri.
Banyaknya anggota Viking membuat sejumlah perusahaan besar, mulai dari perusahaan rokok, seluler, hingga pakaian, tertarik untuk menjalin kerja sama dalam beberapa even besar.
Aksi suporter Viking pun dalam perjalanannya tidak lagi hanya memberikan dukungan di stadion. Mereka juga melaksanakan kegiatan sosial, misalnya sunatan massal, bakti sosial, dan menyelenggarakan sejumlah kejuaraan. Viking juga mulai meretas hubungan dengan berbagai pihak penting, misalnya wali kota.
Mapan
Sejak 2005, eksistensi Viking kian mapan. Dari sisi komersial, misalnya, lahir Viking Persib Fanshop. Ini semacam lini bisnis yang bergerak di properti suporter. Viking juga menghasilkan album digital serta menjalankan bisnis ring back tone (RBT).
Mereka juga menggarap situs internet www.vikingpersib-club.com. Dan jangan lupakan, mereka menerbitkan Persib Magz, sebuah majalah yang khusus mengulas tentang Persib, bobotoh, dan pernik-perniknya.
sumber : http://www.anneahira.com
GALERI FOTO :
_________